Jenis Genteng Untuk Atap Rumah Minimalis

Admin

Terlepas apapun bentuk atap, baik model atap rumah minimalis atau atap model rumah apapun, keberadaan elemen rumah yang satu ini memang ibarat ‘nyawa’ bagi rumah yang dinaunginya. Tak hanya sebagai pelindung rumah dari panas dan hujan namun atap rumah sangat menentukan karakter sekaligus kemegahan rumah dilihat dari segi estetika bangunan.

Bicara masalah atap rumah tentu erat kaitannya dengan genteng. Memang tidak bisa dipungkiri genteng termasuk bagian rumah yang sangat penting karena posisinya berada paling atas pada struktur rumah. Fungsi utamanya sebagai pelindung rumah dari segala macam kotoran dan cuaca ekstrim, membuat desain genteng menjadi faktor yang mendapat perhatian khusus dari pada arsitek untuk merealisasikan sebuah rumah minimalis idaman yang benar-benar teduh. Untuk itulah umumnya genteng didesain sedemikian rupa dengan model, ukuran dan harga yang beragam.

Seperti komponen-komponen rumah minimalis lainnya, Jenis Genteng Untuk Atap Rumah Minimalis umumnya mempunyai karakteristik berbeda-beda. Dengan kata lain tiap-tiap model genteng memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Umumnya kualitas dari setiap model genteng berpangaruh pada harga genteng itu sendiri. Dengan sendirinya harga genteng sangat menentukan kualitas genteng tersebut, semakin murah harga genteng semakin buruk kualitasnya, demikian juga sebaliknya.

Jenis-jenis Genteng

Ada beberapa Jenis Genteng Untuk Atap Rumah Minimalis yang bisa dipilih untuk mempercantik model atap, tentu saja dengan semua kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Genteng Bahan Logam

Genteng bahan logam atau sering disebut genteng metal umumnya didesain lebar dengan ketebalan sekitar 0,3 cm. Instalasi genteng logam ini cukup sederhana dan relatif cepat karena ukurannya yang cukup lebar. Bobot genteng metal juga sangat ringan sehingga dibutuhkan sekrup agar tidak goyah. Genteng logam sendiri tersedia berbagai pilihan warna yang menarik sehingga tampilannya bisa diserasikan dengan warna dinding fasade. Karena memiliki model yang lebar, dalam pemasangannya genteng metal tidak membutuhkan banyak material lain.

Genteng metal umumnya sangat awet dan tidak mudah bocor karena dilapisi bahan khusus anti karat dan anti pecah. Tak hanya itu, genteng metal juga dilengkapi teknologi anti panas serta bahan khusus anti lumut sehingga tidak membutuhkan pengecatan ulang. Kekurangan genteng metal, jika pemasangannya kurang rapi maka desain atap rumah terlihat kurang enak dilihat.

Genteng Aspal

Salah satu jenis genteng yang sedang populer ini berbahan dasar dari campuran serat kayu dan aspal. Jenis genteng yang satu ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya

Jenis genteng aspal ini compatible untuk semua jenis rangka atap, Anda bisa menggunakannya bersama atap kayu, baja ringan, hingga beton. Genteng ini memiliki kelenturan, namun memiliki ketahanan yang kuat, termasuk terhadap api. karena Dengan bentuknya yang berlapis dan lebar genteng ini diklaim anti-bocor. Memiliki pilihan warna yang cukup bervariasi, modelnya cukup simpel sehingga cocok dipadukan dengan konsep rumah minimalis. Instalasi cukup terbilang praktis dan mudah. Namun, hal yang menjadi kelemahan dari jenis genteng yang satu ini adalah harganya yang terbilang cukup mahal.

Genteng Beton

Genteng jenis ini cukup kokoh, serta memiliki ketahanan terhadap segala cuaca, tahan terhadap juga serta tidak mudah bocor.  Dari segi bentuk dan warnya cukup bervariasi. Namun yang menjadi kelemahan dari jenis genteng beton ini adalah bobot-nya yang cukup berat jika dibandingkan dengan jenis geteng yang lain. Cocok diaplikasikan untuk rumah dengan konstruksi atap baja ringan.

Genteng Kodok

Genteng kodok atau genteng tanah liat termasuk salah satu genteng yang cocok untuk desain atap rumah minimalis. Seperti namanya model genteng ini dibuat dari material tanah liat yang di-pres pada cetakan lalu dibakar setelah benar-benar kering. Untuk menghasilkan genteng kodok atau genteng tanah liat yang kuat, butuh pemanasan yang sempurna dengan menggunakan api pada suhu tertentu. Instalasi genteng ini membutuhkan kaitan genteng (reng) pada rangka atap. Umumnya tampilan genteng tanah liat terlihat indah terutama dari sisi warna alaminya setelah melalui proses pembakaran yaitu warna orange kecoklat-coklatan. Jika kita membeli langsung di toko bangunan biasanya tersedia berbagai warna pilihan karena sudah melalui pengecatan ulang.

Genteng kodok atau genteng tanah liat ini biasanya lebih tahan terhadap tekanan dan tidak terlalu membebani rangka atap karena bobotnya cukup ringan. Harganya sendiri cukup murah karena masih jauh dibawah harga genteng metal. Kekurangan genteng tanah liat ini terletak pada bentuknya yang kecil sehingga membutuhkan ketelitian saat pemasangan agar tidak ada celah yang bisa mengakibatkan kebocoran atap. Model genteng ini juga mudah ditumbuhi lumut apabila tidak dicat ulang.

Genteng Kaca

Genteng yang satu ini dapat anda manfaatkan pada ruangan tertentu dengan harapan untuk mendapat cahaya langsung dari matahari.

 

Untuk Jenis Genteng Untuk Atap Rumah Minimalis, selain beberapa jenis yang telah disebutkan diatas, masih ada beberapa jenis genteng lain yang cukup populer dan sering digunakan di Indonesia seperti genteng keramik, genteng polycarbonate, dan masih banyak lagi.

Posting terkait yang mungkin Anda sukai